Minggu-minggu pertama masuk sekolah selalu menjadi momen yang mendebarkan. Uniknya, jika kita perhatikan di gerbang sekolah, yang tegang ternyata bukan hanya siswanya. Terkadang, sebagian orang tua juga terlihat cemas!
Mulai dari mengintip lewat celah pagar, memastikan anak duduk dengan siapa, bisakah anak mengikuti pembelajaran, sampai cemas apakah bekalnya dimakan atau tidak.
Ayah dan Bunda, jika anda merasakan hal ini, tenang saja. Ayah dan Bunda tidak sendirian, dan perasaan cemas itu sangatlah wajar.
Mengapa Kita Begitu Khawatir?
Menurut John Bowlby, secara psikologis kecemasan ini muncul karena adanya separation anxiety atau kecemasan terpisah. Selama ini, rumah adalah zona paling aman di mana Ayah dan Bunda bisa mengontrol segala hal demi melindungi si buah hati.
Ketika mereka melangkah masuk ke gerbang sekolah baru, ada rasa “kehilangan kendali”. Kita mulai bertanya-tanya: Bisa tidak ya dia mengikuti pelajaran? Apakah dia bisa mendapat teman? Bagaimana dia mendapatkan pembullyan?
Sekolah baru sebenarnya adalah “laboratorium sosial” pertama bagi anak. Di sinilah mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan dan aturan baru. Benturan-benturan kecil di awal masa sekolah adalah bagian dari proses mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.
Tips Menghadapi “Minggu Transisi” Tanpa Stres
Agar minggu-minggu pertama ini berjalan lebih lancar dan minim drama, yuk Ayah-Bunda coba beberapa tips sederhana berikut:
1. Kelola Cemas Ayah-Bunda Terlebih Dahulu
Anak-anak kita adalah perekam emosi yang paling ulung. Kalau orang tua terlihat tegang atau berulang kali bertanya dengan nada khawatir, anak akan merasa bahwa sekolah adalah tempat yang menakutkan. Untuk itu, kelola emosi Ayah-Bunda dan tunjukan wajah ceria di depan mereka.
2. Buat Perpisahan yang Singkat Namun Manis
Saat berpisah di depan gerbang sekolah, berikanlah si kecil pelukan hangat, atau bisikan kalimat penyemangat. Selain, sebutkan juga jam berapa Ayah-Bunda akan menjemputnya, agar mereka tahu bahwa Ayah-Bunda akan kembali lagi.
3. Hindari Pertanyaan “Interogasi” Saat Pulang
Setelah anak pulang ke rumah, berikan mereka waktu untuk melepas penat dan bernapas dulu. Hindari langsung mencerca mereka dengan pertanyaan pemicu cemas seperti, “Tadi ada yang nakalin kamu nggak?”
Alih-alih bertanya dengan nada interogatif, Ayah-Bunda dapat mencoba bertanya dengan nada positif dan terbuka, misalnya: “Tadi belajar hal seru apa di kelas?” atau “Sayang, tadi kenalan sama teman baru siapa saja?”
Percayalah pada Prosesnya
Menyaksikan anak tumbuh dan memasuki babak baru memang menantang emosi kita sebagai orang tua. Namun, percayalah memberi mereka ruang untuk mandiri adalah hadiah terbaik.
Percayakan putra-putri kita kepada guru di sekolah. Melalui kolaborasi dengan sekolah kita hantarkan mereka menjadi pribadi yang lebih berani dan siap menjelajahi dunia barunya.
Selamat memasuki tahun ajaran baru, para orang tua hebat!










